BAB I
PENDAHULUAN
3.1 Latar Belakang Masalah
Manajemen resiko adalah suatu cara
dalam mengorganisir suatu resiko yang akan dihadapi baik itu sudah diketahui
maupun yang belum diketahui atau yang tak terpikirkan yaitu dengan cara
memindahkan resiko kepada pihak lain, menghindari resiko, mengurangi efek
negatif resiko, dan menampung sebagian atau semua konsekuensi resiko tertentu.
Manajemen resiko bisa juga disebut suatu pendekatan terstruktur/metodologi
dalam mengelola ketidakpastian yang berkaitan dengan ancaman; suatu rangkaian
aktivitas manusia termasuk: penilaian resiko, pengembangan strategi untuk
mengelolanya dan mitigasi resiko dengan menggunakan pemberdayaan/pengelolaan
sumberdaya.
Dalam menyelesaikan makalah ini, kami memilih Pasar Beringharjo
sebagai tempatnya, dengan alasan akan lebih mudah memperoleh data yang kami
butuhkan. Setelah berkeliling di dalam pasar tersebut, akhirnya kami
menjatuhkan pilihan pada toko tekstil “Sumber Jaya” yang pemiliknya
bernama Ibu Sri Soerjayanti Ningsih. Toko tersebut telah berdiri sejak 3
Desember 1992, dan sudah berdiri selama 21 tahun. Toko Sumber Jaya ini menjual
berbagai macam jenis kain yang diantaranya kain katun, sanwash, high twist, sifon, satin, dan lain
sebagainya. Biasanya pemilik toko tersebut mendapatkan kain
dari sales kain. Kisaran harga untuk penjualan kain dari berbagai jenis dimulai
dari Rp 8.000 – Rp 150.000,- per
meter.
Jadi, pemilik toko
tekstil
ini memasarkan barang berdasarkan selera masyarakat dan untuk menghindari
kerugian, pemilik toko ini selalu mengikuti
perkembangan zaman dengan membeli model-model kain yang sedang tren saat ini.
1.2 Rumusan Masalah
1. Sejak kapan berdirinya toko tekstil Sumber Jaya?
2. Mengapa memilih untuk
berjualan kain?
3. Strategi apa sajakah yang
diterapkan oleh penjual tekstil?
4. Apa saja jenis kain yang
dijual?
5. Jelaskan bagaimana
mengidentifikasi timbulnya resiko?
6. Dampak apa yang terjadi
setelah naiknya mata uang dollar?
Terdiri dari :
1. Jenis resiko
2. Sumber resiko
1.3 Tujuan
1. Agar dapat membandingkan keadaan penjualan
antara sebelum dan sesudah kenaikan nilai dollar.
2. Agar dapat mengetahui strategi pemasaran
yang tepat terhadap nilai dollar yang naik.
3. Agar dapat mengidentifikasi
timbulnya resiko.
4. Agar dapat mengantisipasi bila
terjadinya kenaikan mata uang dollar.
1.4 Manfaat
1. Memahami dampak dollar
2. Mampu mengidentifikasi timbulnya masalah
3. Menambah wawasan dan pengetahuan tentang jenis dan
sumber resiko
BAB II
HASIL DAN PEMBAHASAN
2.1 Sejarah Toko Tekstil “Sumber Jaya“
Toko tekstil yang bernama
“Sumber Jaya” tersebut
terletak di
dalam Pasar Beringharjo. Toko tersebut telah berdiri
sejak 3 Desember 1992, dan sudah berdiri selama 21 tahun. Pemiliknya bernama Ibu Sri
Soerjayanti Ningsih. Toko Sumber Jaya ini menjual berbagai macam jenis kain
yang diantaranya kain katun, sanwash, high twist, sifon, satin, dan lain
sebagainya. Biasanya pemilik toko tersebut mendapatkan kain
dari sales kain yang menawarinya. Kisaran harga untuk
penjualan kain dari berbagai jenis dimulai dari yang paling murah Rp 8.000,- per meter sampai dengan yang paling mahal Rp 150.000,- per meter, dan untuk 1 roll motif isi 80
yard berkisar harga Rp.1.440.000,-
per gulung, dari
1 roll motif tersebut, rata-rata bisa
dibuat 36 - 50 potong baju tergantung model dan ukuran badan.
2.2 Berjualan Kain
Alasan kenapa pemilik toko ini berjualan tekstil adalah dulunya beliau ini tidak dapat bersekolah akibat keadaan ekonomi keluarga yang kurang memadai, sehingga
beliau tidak mempunyai keahlian yang
cukup untuk bekerja di perusahaan yang besar. Setelah itu, beliau diajak
berjualan oleh salah satu keluarganya untuk menjaga toko tekstil, dari situlah akhirnya beliau memperoleh keahlian berjualan
kain. Kemudian beliau menikah, yang suaminya juga memiliki usaha dibidang
tekstil, akhirnya beliau pun ikut terjun
untuk membuka usaha tekstil sendiri.
Beliau biasanya mengimpor kain tersebut kebanyakan dari China,
India, dan Korea. Namun kalau dilihat dari segi kualitas, kain dari Indonesia
tetap memiliki kualitas yang lebih baik
dibanding kain impor.
2.3 Strategi Penjualan
Dalam strategi
penjualan yang diterapkannya beliau
menjual produk yang berbeda atau unik (variasi
produk lebih banyak),
sehingga pelanggan akan tertarik untuk membeli di tokonya. Beliau juga
bersaing secara bersih, dengan maksud bila ada konsumen yang ingin mencari kain yang
di sukai, namun beliau
tidak memiliki kain tersebut maka, beliau akan mencarikan kain
tersebut ditoko lain.
2.4 Jenis Kain
Jenis
kain yang dijual di toko beliau ada :
1. Katun motif : kisaran harga Rp 15.000 – Rp 30.000,- per meter
2. Katun polos : kisaran harga Rp 28.000 – Rp 54.000,- per meter
3. Katun bordir : kisaran harga Rp 40.000 – Rp 150.000,- per meter
4. Kain high twist : kisaran harga Rp 20.000 – Rp 90.000,- per meter
5. Kain sifon : kisaran harga Rp 15.000 – Rp 150.000,- per meter
6. Kain satin : kisaran harga Rp 8.000 – Rp 45.000,- per meter
7. Kain sanwash : kisaran harga Rp 30.000 – Rp120.000,- per meter
2.5 Identifikasi Resiko
Ada pengaruhnya
terhadap barang dagangannya namun tidak terlalu signifikan terhadap kenaikkan mata uang dollar, kenaikan tergantung jenis kain dan bahan yang
naik. Biasanya kain polos lebih mahal karena kain polos bersifat berkelanjutan
dan orang sering membelinya sebagai bahan dasar, hal tersebutlah yang membuat
kain tersebut selalu mengalami kenaikan bila saat mata uang dollar naik. Selain itu kenaikan harga di pengaruhi
oleh bahan pewarna tekstil yang ikut naik dan juga di ikuti dengan naiknya biaya transportasi
pengiriman.
2.6 Dampak Kenaikkan Mata
Uang Dollar
a) Jenis Resiko:
·
Risiko Spekulatif :
Risiko Spekulatif adalah suatu
keadaan yang dihadapi perusahaan yang dapat memberikan keuntungan dan juga
dapat memberikan kerugian.
Jadi, beliau bisa untung bisa rugi. Semua kain yang dia miliki
merupakan bentuk investasi jangka panjang. Keuntungan diperoleh dari banyaknya konsumen yang
membeli kain ditokonya. Sedangkan
kerugiannya,
bila beliau membeli jenis barang yang
salah maka barang yang beliau beli tidak dapat dikembalikan.
b) Sumber Resiko :
·
Resiko Ekonomi :
Kenaikan harga
penjualan beliau disebabkan oleh naiknya pewarna tekstil dan biaya
transportasi.
Sedangkan jika dilihat dari kenaikkan mata uang
dollar, barang dagangannya mengalami kenaikkan namun tidak terlalu signifikan
kenaikkannya.
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Setelah
kami mewawancari pemilik toko tekstil “Sumber Jaya” yang bernama Ibu Sri Soerjayanti Ningsih,
dapat ditarik kesimpulan bahwa usaha tekstil yang
beliau jalani ikut terkena dampaknya akibat kenaikkan mata uang
dollar, namun tidak terlalu signifikan terkena dampaknya, walau begitu beliau
tidak ambil pusing atas kenaikkan mata uang dollar karena baginya asal dapat
mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari, hal tersebut sudah lebih dari cukup.