Minggu, 15 September 2013

Manajemen Resiko

BAB I
PENDAHULUAN
3.1      Latar Belakang Masalah
Manajemen resiko adalah suatu cara dalam mengorganisir suatu resiko yang akan dihadapi baik itu sudah diketahui maupun yang belum diketahui atau yang tak terpikirkan yaitu dengan cara memindahkan resiko kepada pihak lain, menghindari resiko, mengurangi efek negatif resiko, dan menampung sebagian atau semua konsekuensi resiko tertentu. Manajemen resiko bisa juga disebut suatu pendekatan terstruktur/metodologi dalam mengelola ketidakpastian yang berkaitan dengan ancaman; suatu rangkaian aktivitas manusia termasuk: penilaian resiko, pengembangan strategi untuk mengelolanya dan mitigasi resiko dengan menggunakan pemberdayaan/pengelolaan sumberdaya.
Dalam menyelesaikan makalah ini, kami memilih Pasar Beringharjo sebagai tempatnya, dengan alasan akan lebih mudah memperoleh data yang kami butuhkan. Setelah berkeliling di dalam pasar tersebut, akhirnya kami menjatuhkan pilihan pada toko tekstil “Sumber Jaya” yang pemiliknya bernama Ibu Sri Soerjayanti Ningsih. Toko tersebut telah berdiri sejak 3 Desember 1992, dan sudah berdiri selama 21 tahun. Toko Sumber Jaya ini menjual berbagai macam jenis kain yang diantaranya kain katun, sanwash, high twist, sifon, satin, dan lain sebagainya. Biasanya pemilik toko tersebut mendapatkan kain dari sales kain. Kisaran harga untuk penjualan kain dari berbagai jenis dimulai dari Rp 8.000 – Rp 150.000,- per meter. Jadi, pemilik toko tekstil ini memasarkan barang berdasarkan selera masyarakat dan untuk menghindari kerugian, pemilik toko ini selalu mengikuti perkembangan zaman dengan membeli model-model kain yang sedang tren saat ini.

1.2  Rumusan Masalah
1.      Sejak kapan berdirinya toko tekstil Sumber Jaya?
2.      Mengapa memilih untuk berjualan kain?
3.      Strategi apa sajakah yang diterapkan oleh penjual tekstil?
4.      Apa saja jenis kain yang dijual?
5.      Jelaskan bagaimana mengidentifikasi timbulnya resiko?
6.      Dampak apa yang terjadi setelah naiknya mata uang dollar?
Terdiri dari :
1.      Jenis resiko
2.      Sumber resiko

1.3  Tujuan
1.      Agar dapat membandingkan keadaan penjualan antara sebelum dan sesudah kenaikan nilai dollar.
2.      Agar dapat mengetahui strategi pemasaran yang tepat terhadap nilai dollar yang naik.
3.      Agar dapat mengidentifikasi timbulnya resiko.
4.      Agar dapat mengantisipasi bila terjadinya kenaikan mata uang dollar.

1.4  Manfaat
1.      Memahami dampak dollar
2.      Mampu mengidentifikasi timbulnya masalah
3.      Menambah wawasan dan pengetahuan tentang jenis dan sumber resiko


BAB II
HASIL DAN PEMBAHASAN
2.1  Sejarah Toko Tekstil “Sumber Jaya“
Toko tekstil yang bernama “Sumber Jaya” tersebut terletak di dalam Pasar Beringharjo. Toko tersebut telah berdiri sejak 3 Desember 1992, dan sudah berdiri selama 21 tahun. Pemiliknya bernama Ibu Sri Soerjayanti Ningsih. Toko Sumber Jaya ini menjual berbagai macam jenis kain yang diantaranya kain katun, sanwash, high twist, sifon, satin, dan lain sebagainya. Biasanya pemilik toko tersebut mendapatkan kain dari sales kain yang menawarinya. Kisaran harga untuk penjualan kain dari berbagai jenis dimulai dari yang paling murah Rp 8.000,- per meter sampai dengan yang paling mahal Rp 150.000,- per meter, dan untuk 1 roll motif isi 80 yard berkisar harga Rp.1.440.000,- per gulung, dari 1 roll motif tersebut, rata-rata bisa dibuat 36 - 50 potong baju tergantung model dan ukuran badan.

2.2  Berjualan Kain
Alasan kenapa pemilik toko ini berjualan tekstil adalah dulunya beliau ini tidak dapat bersekolah akibat keadaan ekonomi keluarga yang kurang memadai, sehingga beliau tidak mempunyai keahlian yang cukup untuk bekerja di perusahaan yang besar. Setelah itu, beliau diajak berjualan oleh salah satu keluarganya untuk menjaga toko tekstil, dari situlah akhirnya beliau memperoleh keahlian berjualan kain. Kemudian beliau menikah, yang suaminya juga memiliki usaha dibidang tekstil, akhirnya beliau pun ikut terjun untuk membuka usaha tekstil sendiri.
Beliau biasanya mengimpor kain tersebut kebanyakan dari China, India, dan Korea. Namun kalau dilihat dari segi kualitas, kain dari Indonesia tetap memiliki kualitas yang lebih baik dibanding kain impor.

2.3  Strategi Penjualan
Dalam strategi penjualan yang diterapkannya beliau menjual produk yang berbeda atau unik (variasi produk lebih banyak), sehingga pelanggan akan tertarik untuk membeli di tokonya. Beliau juga bersaing secara bersih, dengan maksud bila ada konsumen yang ingin mencari kain yang di sukai, namun beliau tidak memiliki kain tersebut maka, beliau akan mencarikan kain tersebut ditoko lain.

2.4  Jenis Kain
Jenis kain yang dijual di toko beliau ada :
1.      Katun motif : kisaran harga Rp 15.000 – Rp 30.000,- per meter

2.      Katun polos : kisaran harga Rp 28.000 – Rp 54.000,- per meter

3.      Katun bordir : kisaran harga Rp 40.000 – Rp 150.000,- per meter

4.      Kain high twist : kisaran harga Rp 20.000 – Rp 90.000,- per meter

5.      Kain sifon : kisaran harga Rp 15.000 – Rp 150.000,- per meter

6.      Kain satin : kisaran harga Rp 8.000 – Rp 45.000,- per meter

7.      Kain sanwash : kisaran harga Rp 30.000 – Rp120.000,- per meter

2.5  Identifikasi Resiko
Ada pengaruhnya terhadap barang dagangannya namun tidak terlalu signifikan terhadap kenaikkan mata uang dollar, kenaikan tergantung jenis kain dan bahan yang naik. Biasanya kain polos lebih mahal karena kain polos bersifat berkelanjutan dan orang sering membelinya sebagai bahan dasar, hal tersebutlah yang membuat kain tersebut selalu mengalami kenaikan bila saat mata uang dollar naik. Selain itu kenaikan harga di pengaruhi oleh bahan pewarna tekstil yang ikut naik dan juga di ikuti dengan naiknya biaya transportasi pengiriman.

2.6  Dampak Kenaikkan Mata Uang Dollar
a)     Jenis Resiko:
·          Risiko Spekulatif :
Risiko Spekulatif adalah suatu keadaan yang dihadapi perusahaan yang dapat memberikan keuntungan dan juga dapat memberikan kerugian.
Jadi, beliau bisa untung bisa rugi. Semua kain yang dia miliki merupakan bentuk investasi jangka panjang. Keuntungan diperoleh dari banyaknya konsumen yang membeli kain ditokonya. Sedangkan kerugiannya, bila beliau membeli jenis barang yang salah maka barang yang beliau beli tidak dapat dikembalikan.
b)     Sumber Resiko :
·          Resiko Ekonomi :
Kenaikan harga penjualan beliau disebabkan oleh naiknya pewarna tekstil dan biaya transportasi. Sedangkan jika dilihat dari kenaikkan mata uang dollar, barang dagangannya mengalami kenaikkan namun tidak terlalu signifikan kenaikkannya.


BAB III
PENUTUP
3.1  Kesimpulan
Setelah kami mewawancari pemilik toko tekstil “Sumber Jaya” yang bernama Ibu Sri Soerjayanti Ningsih, dapat ditarik kesimpulan bahwa usaha tekstil yang beliau jalani ikut terkena dampaknya akibat kenaikkan mata uang dollar, namun tidak terlalu signifikan terkena dampaknya, walau begitu beliau tidak ambil pusing atas kenaikkan mata uang dollar karena baginya asal dapat mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari, hal tersebut sudah lebih dari cukup.